Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT
IMG-20150215-WA0022

TM Zulfikar, Wakil Ketua Aceh Centre sedang menyampaikan pandangannya terkait upaya pelestarian lahan basah di Aceh dalam diskusi Publik, Lhoknga (15/02/2015)

Koetaradja.com | “Tak kurang dari 50 lembaga dari berbagai komunitas memperingati hari lahan basah sedunia di aceh dalam bentuk kampanye terbuka dan diskusi publik untuk pemanfaatan dan pelestarian ekosistem lahan basah yang berkeadilan di Aceh, penanaman manggrove serta kelapa serta pelepasan tukik, ujar Ratno Sugito, Koordinator kegiatan Solidaritas Peduli Kawasan Lahan Basah Aceh (15/02/2015).

Ada sekitar 300 relawan bersama-sama dengan masyarakat mukim Leupung melakukan penanaman mangrove dilahan basah yang berada di wilayah Gampong Layuen, Mukim Leupung Aceh Besar. Diluar dugaan kita, ternyata para relawan telah berhasil menanam sebanyak 5000 batang mangrove, ujar Ratno Sugito.

Luas lahan gambut di Indonesia di perkirakan 20,6 juta Ha atau sekitar 10,8 % dari luas dataran indonesia.

Dari luasan tersebut, sekitar 7,2 juta Ha atau 35 % nya terdapat di pulau sumatera. Sedangkan untuk aceh, Sebanyak tujuh kawasan ekosistem lahan basah, terancam beralih fungsi. Karena itu, perlu adanya perhatian yang serius dari semua pihak untuk menjaga kelestarian lahan tersebut

Ketujuh lokasi lahan basah itu masing-masing, koridor mangrove di pesisir timur (Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Langsa), pantai bervegetasi pohon cemara di pesisir barat (Aceh Besar dan Aceh Jaya), gambut Rawa Tripa (Nagan Raya dan Abdya), gambut Rawa Kluet (Aceh Selatan), gambut Rawa Singkil (Aceh Singkil), vegetasi dan pesisir Pulau Bangkaru (Aceh Singkil), dan Danau Laut Tawar (Aceh Tengah).

Ada 300 relawan yang berbaur dengan masyarakat mukim Leupung bersama-sama melakukan penanaman mangrove dilahan basah yang berada di Gampong Layuen, Mukim Leupung Aceh Besar. (15/02/2015)

Ada 300 relawan yang berbaur dengan masyarakat mukim Leupung bersama-sama melakukan penanaman mangrove dilahan basah yang berada di Gampong Layuen, Mukim Leupung Aceh Besar. (15/02/2015)

Lebih lanjut Ratno menyatakan “Lahan gambut rawa tripa, rawa singkil, dan rawa kluet merupakan habitat alami orangutan sumantera (Pongo abelii) sedangkan pulau bengkaru, pantai dipesisir aceh besar sampai aceh jaya adalah lokasi penyu bertelur”.

Selain melakukan penanaman tanaman mangrove, para relawan yang tergabung dalam Solidaritas Peduli Kawasan Lahan Basah Aceh juga menggelar diskusi publik untuk pemanfaatan dan pelestarian ekosistem lahan basah yang berkeadilan di Aceh dan juga kegiatan pelepasan penyu sebagai penutup kegiatan kampanye terbuka ini. Ada 27 tukik (anak penyu) hasil penangkaran warga telah dilepas kelaut.

“Melalui kegiatan diskusi publik yang mengangkat tema perlindungan kawasan lahan basah ini, kita berharap masyarakat luas bisa lebih mengerti peran penting dari ekosistem lahan basah itu sendiri, selain itu kita juga berharap kepada pemerintah untuk lebih serius menjaga keberadaan dan kualitas lahan basah yang ada di provinsi aceh”

Kegiatan kampanye hari lahan basah seharus nya dilakukan setiap tanggal 2 febuary, namun karena sesuatu dan lain hal, untuk tahun 2015 ini, Solidaritas Peduli Kawasan Lahan Basah Aceh baru dapat melaksanakan kegiatan peringatan hari Lahan Basah Sedunia pada tanggal 15 february ini. (K01)

Categories: LINGKUNGAN, RAWA GAMBUT

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.