Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT

Jack saat di evakuasi.
Foto | FORA@2013

Koetaradja | Jack, orangutan yang berhasil disita pada Rabu 24 April 2013 dari salah satu tempat rekreasi taman wisata buatan di Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar,  telah  pergi untuk selama lamanya, kami relawan penyayang orangutan (Pongo abelii) yang tergabung dalam di Forum Orangutan Aceh turut  berduka.

Bagi kami kematian jack adalah bukti ketidak seriusan dari BKSDA Aceh dalam upaya penyelamatan orangutan yang di pelihara secara illegal ini, dapat di buktikan dari begitu lamban upaya penyitaan yang dilakukan oleh  BKSDA Aceh terhitung darimasa pelaporan dan sampai ke langkah penyitaan.

“Jack memang sudah sudah dalam kondisi sekarat saat disita, akibat telatnya upaya penyitaan dari BKSDA Aceh” ratno sugito salah satu relawan FORA.

Kematian Jack merupakan salah satu momen penting dalam upaya penegakkan hukum terhadap upaya perlindungan satwa langka yang dilindungi oleh Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, UU No 41/1999 tentang Kehutanan, Peraturan Pemerintah No 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, dan Peraturan Pemerintah No 8/1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar

Keberadaan jack telah dilaporkan secara tertulis oleh Yayasan Ekosistem Lestari (YEL)  tertanggal 26 Maret 2013  perihal : Pengiriman Laporan Pemeliharaan Orangutan Diduga Ilegal di Kabupaten Aceh Besar. Tetapi jack baru di sita pada tanggal 24 April 2013. Butuh waktu kurang lebih satu bulan, wajar kalau Jack mati. Dan kami sangat kecewa dengan hal ini.

Selain itu kami juga mengingatkan kembali kepada kepala BKSDA Aceh, secara tertulis FORA dan beberapa jaringan nya telah melaporkan keberadaan 5 ekor orangutan lainnya di Aceh, jangan sampai orangutan yang kita laporkan akan mengalami nasib yang sama dengan Jack. Untuk itu kami menuntut keseriusan dari kepala balai dalam menyikapi semua laporan yang telah di kirimkan ke BKSDA Aceh tekait praktik perdagangan dan kepemilikan satwa langka.

“Kematian Jack, seharusanya menjadi pembelajaran penting bagi aparat penegak hukum bahwa penangangan orangutan yang dipelihara dan diperdagangkan tidak cukup dengan hanya melakukan penyitaan sudah waktunya penegakkan hukum harus dilakukan, bukankah aturan terhadap pelaku perburuan, perdagangan dan pemelihara sudah sangat jelas. Sudah waktunya aturan tersebut dijalankan dengan tegas, agar tidak ada Jack-jack lainnya yang bernasib sama, mati”. Badrul Irfan ketua FORA menegaskan. (K07)

Categories: LINGKUNGAN, SATWA

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.