Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT

Koetaradja.com | Dengan harga gas dan minyak bumi yang kian hari semakin tinggi, solusi alternatif bagi penduduk wilayah Amherst dan sekitarnya adalah hemp/ganja.

Harga BBM baru-baru ini memecahkan level US $ 3 per gallon, ini baru pertama kali terjadi di wilayah yang penduduknya bergantung pada bahan bakar untuk mobil serta minyak untuk pekerjaan mereka. Gagasan untuk memanfaatkan ganja sebagai energi alternatif yang murah pengganti minyak dan gas bumi ini menarik karena ganja dapat diubah menjadi “biomassa” yang pada gilirannya diubah menjadi energi.

“Biomassa dapat dikonversi menjadi metana, metanol, atau bensin yang biayanya jauh lebih kecil dibandingkan dari biaya saat ini untuk bahan bakar minyak, batu bara, atau energi nuklir,” kata Jack Herer, seorang aktivis ganja dan penulis buku “The Emperor Wears No Clothes.”

Dalam bukunya, Herer mengatakan, “Batang hemp mengandung 80 persen hurd (hasil sisa pulp setelah serat hemp di produksi). Hemps hurds adalah 77 persen selulosa (bahan kimia primer untuk bahan baku industri) yang digunakan dalam produksi bahan kimia, plastik dan serat. Satu hektar tanaman ganja dewasa dapat memberikan antara 50 sampai 100 kali selulosa yang biasa kita ditemukan di cornstalks, kenaf, atau gula tebu.”

Perbandingan sederhana kandungan energi yang terdapat dalam tanaman ganja menunjukkan bahwa satu ton biomassa kering tanaman senilai $ 40 (biaya rata-rata yang wajar saat ini) adalah sebanding dengan minyak seharga $ 10-13 per barel. (Richard Lugar G dan R James Woolsey “The New Petroleum.”)

Banyak orang yang tidak mengetahui manfaat dari tanaman ganja ini karena status ilegal-nya di dunia. Bruce Montague, seorang karyawan perusahaan Amherst’s own Surner Heating Company, mengatakan dalam sebuah wawancara sebagai tanggapan terhadap usulan penggunaan energi ganja, “Saya tidak berpikir akan ada manfaatnya.”

Menurut penelitian Herer, “Hanya diperlukan enam persen dari seluruh wilayah pertanian di benua Amerika untuk memenuhi kebutuhan biomassa dari tanaman ganja yang dapat digunakan sebagai pengganti energi gas/minyak di Amerika dan ini dapat mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil.” Herer menambahkan, “Setiap setengah hektar lahan ganja dapat menghasilkan 1.000 galon metanol. Bahan bakar dari ganja, bersama dengan daur ulang kertas, dll, akan cukup untuk memenuhi kebutuhan energi Amerika tanpa mengandalkan minyak.”

Herer menjelaskan fleksibilitas dari hemp dengan mengatakan, “Ia dapat tumbuh di hampir semua iklim atau kondisi tanah di bumi, bahkan di wilayah yang kering.”

Hukum dekriminalisasi ganja di Amherst baru-baru ini telah meringankan hukuman kepemilikan tanaman ganja. Namun, anggapan bahwa hemp adalah narkoba menjadi salah satu rintangan terbesar menuju legalisasi ganja. Walaupun methamphetamine terbukti sebagai narkoba yang selalu menimbulkan masalah dan diakui oleh negara dan badan-badan penegak hukum lokal, namun pemerintah saat masih tetap meminta aparat hukum untuk fokus pada upaya pelarangan ganja.

“Hampir setengah dari seluruh badan hukum negara bagian dan penegak hukum lokal mengidentifikasi bahwa methamphetamine adalah narkoba yang paling berbahaya, lebih dari 1 juta orang Amerika menggunakan obat terlarang tersebut dan ini terkait dengan kejahatan dan kekerasan, masalah kesehatan, dan pelecehan anak dan keluarga,” kata Robert Dreyfuss dalam edisi 11 Agustus majalah Rolling Stone.

Dalam sebuah wawancara telepon dengan Jack Herer, meskipun pada saat itu ia tengah mengalami stroke, ia tetap bersedia untuk membahas pandangannya tentang “Big Energi.”, “Sekarang semua perusahaan energi membayar izin penambangan batu bara dan ketika batu bara habis, dalam 40 tahun mendatang, perusahaan-perusahaan ini harus memberi kami pengganti batubara selama 400 tahun berikutnya!” (cpt-LGN)

Home

Categories: LINGKUNGAN, TUMBUHAN

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.