Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT

Koetaradja.com | Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, Kamis (6/3), di Jakarta, merilis hasil studi terhadap 6.607 calon anggota legislatif 2014- 2019. Hasilnya, 93 persen calon wakil rakyat terindikasi tidak berkomitmen pada lingkungan.

Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena 7 persen caleg yang dinilai ”baik” belum tentu terpilih dan benar-benar baik. ”Hasil ini mengindikasikan, ke depan, eksploitasi sumber daya alam meningkat, tetapi perhatian terhadap lingkungan minim. Bencana ekologis berpotensi menguat,” kata Abetnego Tarigan, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia.

Ketiadaan integritas dan komitmen terhadap lingkungan akan berimplikasi pada minimnya keberpihakan anggota DPR nantinya pada anggaran, pengawasan, dan perundangan terhadap perlindungan lingkungan.

Peneliti Walhi Institute, Abdul Wahib Situmorang, yang memimpin studi, mengatakan, hasil itu menunjukkan rendahnya kualitas para caleg. ”Pemilihan anggota DPR jauh berbeda dibanding pemilihan pejabat tinggi negara lain yang sangat ketat,” katanya.

Studi dilakukan dengan mengkaji dokumen biodata para caleg di situs KPU. Kemudian, disaring lagi melalui jejaring Walhi.

Secara terpisah, Sonny Keraf, caleg dari daerah pemilihan NTT 1, mengatakan, hasil penelusuran ini menunjukkan potret nyata. ”Hal ini harus bisa menjadi pelajaran bagi LSM yang biasanya non-partisan untuk mengambil sikap mendukung caleg yang pro lingkungan,” kata Sonny, yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup 1999-2001.

Seruan untuk memilih wakil rakyat dan presiden yang pro lingkungan juga datang dari Perkumpulan untuk Pembaruan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa). ”Pemimpin bangsa harus mengembangkan model ekonomi berkelanjutan berbasis hak masyarakat, dan menjadikan rakyat sebagai aktor utama,” kata Direktur Eksekutif HuMa Andiko. (ICH).

Sumber : print.kompas.com

Categories: LINGKUNGAN, NUSANTARA

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.