Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT
Efendi Isma sedang menyampaikan data dan informasi yang terdapat di portal hutan-aceh.com |yoes@2014

Efendi Isma, jubir KPHA sedang menyampaikan data dan informasi yang terdapat di portal hutan-aceh.com | yoes@2014

Koetaradja.com | “Hutan Aceh terus dijarah, Kepedulian kita semua sangat menentukan keberlanjutan hutan kita” ujar Efendi Isma, juru bicara Koalisi Peduli Hutan Aceh (KPHA) saat luncurkan portal hutan-aceh.com di haba cafe (04/04/2014).

KPHA merupakan jaringan kerja organisasi kemasyarakatan di Aceh yang bekerja dan memiliki kepedulian terhadap pelestarian alam dan lingkungan hidup Aceh. Saat ini, KPHA sedang mengembangkan sebuah portal informasi dan data (www.hutan-aceh.com) yang dibangun untuk mengumpulkan informasi seputar pelanggaran/kejahatan kehutanan dan alam Aceh.

Portal hutan-aceh.com dikembangkan sejak pertengahan tahun 2013 lalu hingga saat ini, KPHA telah mengumpulkan dan memuat sejumlah informasi seputar dugaan pelanggaran dan kejahatan terhadap lingkungan dan alam Aceh. Informasi tersebut diperoleh berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan oleh para kontributor informasi dan data yang berada di 14 daerah kabupaten kota di Aceh, kedepannya kita akan menempatkan kontributor tambahan agar bisa mencover seluruh wilayah Aceh, ujar Efendi dalam keterangannya kepada koetaradja.com.

Informasi dan data temuan lapangan yang disajikan di portal harapannya dapat memberi gambaran tentang apa yang sedang terjadi dengan hutan dan alam Aceh. Selanjutnya, temuan dugaan pelanggaran dan kejahatan kehutanan dan alam Aceh selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh KPHA sesuai dengan kebutuhan penangan kasus dan disesuaikan dengan hasil kajian terhadap temuan lapangan.

Temuan Lapangan yang dihimpun KPHA pada bulan Oktober s/d Desember 2013. | Dok KPHA.

Temuan Lapangan yang dihimpun KPHA pada bulan Oktober s/d Desember 2013. | Dok KPHA.

Dugaan pelanggaran dan kejahatan kehutanan yang ditemukan selama ini berupa kegiatan pembalakan haram, pembakaran lahan, konflik satwa dengan manusia, pembukaan lahan dalam kawasan hutan, pertambangan didalam kawasan hutan, pelanggaran perizinan dan lain-lain.

Terhitung sejak bulan oktober hingga desember 2013, terdapat 382 titik pelanggaran yang berhasil dipetakan, sedangkan data dan informasi yang dihimpun pada tahun 2014 masih dianalisa oleh tim kajian KPHA. Kata Efendi Isma.

Ke depan, Koalisi Peduli Hutan Aceh (KPHA) bekerjasama dengan Environmental Investigation Agency (EIA) akan terus melakukan pengembangan portal dan jaringan kerja dilapangan untuk memastikan terpetakannya seluruh pelanggaran dan kejahatan terhadap hutan dan lingkungan Aceh. Tujuannya, selain memberantas kejahatan kehutanan dan lingkungan hidup, juga dimaksudkan sebagai tindakan pencegahan agar tidak meluasnya dan meningkatnya usaha-usaha perusakan alam Aceh.

“Pemerintah Aceh maupun pemerintah kabupaten kota perlu segera menetapkan kebijakan untuk melakukan kegiatan evaluasi terhadap seluruh ijin pemanfaatan sumber daya alam Aceh, baik itu sektor pertambangan, kehutanan maupun perkebunan, hal ini penting untuk dilakukan guna menekan laju kerusakan hutan di Aceh, pelanggaran pemanfaatan ruang marak terjadi di Aceh” ujar Ilham Sinambela, S.Hut, MT, Kepala Roemoh Transparansi Atjeh.

Portal Hutan-Aceh.com juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan informasi seputar dugaan pelanggaran dan kejahatan kehutanan dan dapat disampaikan langsung ke sekretariat KPHA, Jalan Prof Ali Hasyimi Nomor 6, Pango Raya, Kecamatan Ulee Kareeng, Banda Aceh atau dapat juga menghubungi kami di hp: 081360387740 email: pengaduan@hutan-aceh.com. Setiap informasi yang masuk dari masyarakat akan ditindaklanjuti untuk pendalaman informasi dan penentuan tindakan yang akan dilakukan, ujar Ilham Sinambela.

Categories: LINGKUNGAN

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.