Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT
Mubariq Ahmad Foto | Koetaradja@2013

Mubariq Ahmad
Foto | Koetaradja@2013

Koetaradja | Kita sudah melakukan studi terhadap kebun sawit dan ternyata banyak sekali lahan yang sudah diberikan izin namun belum di tanam, ada sekitar 4 juta hektar lebih, belum lagi ada lahan HTI yang juga belum di tanam, kata Mubariq Ahmad, Ketua Kelompok Kerja Strategi Nasional REDD+ saat diskusi terkait dengan perkembangan Kelembagaan REDD+, Strategi dan Rencana Aksi Provinsi dengan kalangan pengiat lingkungan dari berbagai LSM di Aceh pada hari senin (20/5/2013) di Rumoh Aceh.

Lebih lanjut Mubariq menyatakan “Ternyata begitu banyak tumpang-tindih lahan (izin), pemerintah yang mengeluarkan izin dengan berpedoman pada peta yang berbeda-beda antar sektor, baik ditingkat nasional, provinsi maupun daerah, lebih kurang ada 15 lembaga dan kementerian di indonesia yang masing-masingnya punya peta sendiri”

Instruksi Presiden disampaikan kepada Menteri Kehutanan, Menteri Dalam Negeri, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional, Kepala Badan Informasi Geospasial, Ketua Satgas Persiapan Pembentukan Kelembagaan REDD+, dan para kepala daerah, baik itu Gubernur maupun Bupati seluruh Indonesia.

Moratorium berlaku bagi pemberian izin baru untuk berusaha di hutan alam, lahan gambut yang berada di hutan konservasi, hutan lindung, hutan produksi dan wilayah lain yang termasuk dalam Peta Indikatif Penundaan Izin Baru selama 2 tahun sejak penandatangan Inpres.

Perpanjangan Inpres tersebut merupakan bukti nyata komitmen Presiden agar sektor kehutanan bisa ditata dan dikelola dengan lebih baik. Kebijakan ini perlu kita apresiasikan, selanjutnya tinggal kita lihat bagaimana implementasinya dilapangan, ujar Koordinator Transparancy Internasional Indonesia Unit Aceh, Ilham Sinambela, S.Hut. (K02)

Categories: HUTAN, LINGKUNGAN, NUSANTARA

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.