Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT
Edy Mulyadi Foto | aspekja.org

Edy Mulyadi
Foto | aspekja.org

Koetaradja.com | “ASPEKJA menjadi asosiasi pengembangan tanaman jabon pertama di aceh bahkan di Indonesia.” kata T. Setia Budi, Sekda Aceh saat melantik Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Kayu Jabon Aceh Periode 2013 – 2018 di Aula Dinas Kehutanan Aceh (27/05/2013).

“Kayu adalah salah satu kebutuhan hidup yang terus mengalami peningkatan serta kebutuhannya sangat besar, menanam pohon akan berdampak positif bagi lingkungan, karena itu Pemerintah aceh sangat mendukung gerakan ASPEKJA ini. Karena sangat bermanfaat bagi semua nya termasuk pemerintah aceh”. tambah nya

Popularitas Jabon (Antocephalus Codamba) di Aceh semakin meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Ini ditandai dengan banyaknya individu dari berbagai kalangan yang telah menanam dan terakhir untuk mengembangkan jenis kayu yang dapat tumbuh cepat dan siap dipanen dalam umur tanam 5-7 tahun pasca tanam.

Edi, sebagai salah satu penggiat pengembang kayu jabon di aceh turut menjelaskan bahwa banyak peminat dan pengembang yang menanyakan isu penting terkait dengan perizinan tebang dan pemasaran. “Kita mulai berpikir untuk memfasilitasinya dan sebagai wadah bagi para pengembang kayu jabon di aceh, maka kita berinisiatif  membentuk sebuah asosiasi terkait pengembangan kayu jabon dan di beri nama Asosiasi Pengembang Kayu Jabon Aceh (ASPEKJA).

ASPEKJA adalah sebuah organisasi berbentuk asosiasi yang didirikan oleh para pengembang kayu Jabon Aceh, organisasi ini berdiri pada tanggal 25 Februari 2013 melalui Musyawarah pertama yang dilaksanakan di Banda Aceh dengan peserta terdiri dari para pengembang Jabon dari seluruh wilayah Aceh, agar roda organisasi dapat berjalan sebagaimana mestinya, pelantikan pengurus ASPEKJA merupakan bagian penting agar tercapai tujuan dari inisiatif pembentukan organisasi ini

Pembentukan ASPEKJA pertama sekali tercetus oleh sejumlah pengembang dan komunitas jabon aceh saat melakukan pertemuan di salah satu lokasi pembibitan jabon di kawasan desa pango raya- ulee kareng Banda Aceh pada pertengahan april 2012.

Pembentukan pengurus merupakan hasil Musyawarah Besar yang di lakukan pada tanggal 25 Februari 2013 di Daphu Kuphi simpang surabaya.

Sedangkan menurut Zahirsyah Oemardy, Sekjen Aspekja menyatakan “kita juga berfikir untuk jangka panjangnya, bagaimana kayu kayu jabon di aceh mulai saat ini perlu didorong untuk di kembangkan dengan prinsip-prinsip berkelanjutan, dan menjadi salah satu aplikasi nyata dari konsep ekonomi dan investasi hijau oleh dan untuk rakyat aceh”.

Lebih lanjut Zahirsyah menyatakan “oleh kerena itu membangun sertifikasi kayu jabon yang akuntabel juga akan menjadi focus kita”.

“Kita menghimbau kepada individu-individu yang tertarik dalam pengembangan kayu jabon di aceh, terutama sekali yang sudah melakukan penanaman untuk mendaftarkan menjadi calon anggota dan bisa turut bergabung menjadi salah satu angota ASPEKJA  nantinya”. Harap Edi Muliadi.

Sementara, Jes Putra Kluet, Focal Poin Jaringan Pemantau Independen Kehutanan (JPIK) Aceh menyambut baik atas terbentuknya Asosiasi ini, harapannya kedepan semoga asosiasi ini dapat menjembatani proses-proses pengelolaan tanaman kehutanan secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Gagasan dan keinginan Asosiasi untuk melakukan sertifikasi legalitas kayu juga patut kita beri apresiasi, jika ini di lakukan, maka dapat dipastikan mereka yang pertama di Aceh yang mendapatkat sertifikat Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (S-PHPL) maupun Sertifikat Verifikasi Legalitas Kayu (S-VLK) untuk industrinya. (K01)

Categories: LINGKUNGAN, TUMBUHAN

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.