Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT

Koetaradja | Sebagai pemerhati satwa liar, saya turut prihatin atas kematian Jack (06/05/2013) serta kecewa atas lambannya penanganan satwa oleh BKSDA Aceh, berita duka buat pemerhati satwa, khususnya para sahabat pongo, ujar Azhar, S.Hut kepada koetaradja (07/05/2013).

Jack saat menjalani perawatan kesehatan semasa hidupnya. Foto | MAS@2013

Jack saat menjalani perawatan kesehatan semasa hidupnya.
Foto | MAS@2013

Jack adalah nama Orangutan Sumatra (Pongo abelii) yang disita oleh BKSDA Aceh dalam sebuah operasi yang dilaksanakan pada tanggal 24 April 2013 yang lalu. Jack sebelumnya menjadi salah satu penghuni “Taman Rusa” yang berada di Gampong Lamtanjong, Mukim Sungai Limpah, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar. Saat masih sehat, ia dirantai dan menjadi ‘hiburan’ bagi para pengunjung.

Sejatinya dia hidup merdeka di alam sana, hutan hujan tropis Asia Tenggara menjadi habitatnya, khususnya pulau Borneo dan Sumatra. Satwa yang biasa tinggal di pepohonan lebat dan membuat sarangnya dari dedaunan ini dapat hidup pada berbagai tipe hutan, mulai dari hutan dataran rendah, daerah aliran sungai, hutan rawa air tawar, rawa gambut, tanah kering di atas rawa bakau dan nipah, sampai ke hutan pegunungan.

Usia Jack diperkirakan 3 tahun dan mengalami demam tinggi. “Jack sempat mengeluarkan darah dari hidungnya, sehari sebelum tim pemantau dari FORA memastikan kesehatannya. Cepat sembuh Jack, sabar dan bertahan ya,” kata salah satu relawan FORA kala melihat Jack tak berdaya di Taman Rusa.

Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) pada tanggal 26 Maret 2013 yang lalu telah mengiriman laporan ke BKSDA Aceh tentang keberadaan Orangutan yang dipelihara secara Ilegal di wilayah Kabupaten Aceh Besar, selanjutnya FORA dan FOKUS pada tanggal 17 April 2013 kembali mengirim surat ke BKSDA Aceh dan meminta agar melakukan tindakan penyitaan terhadap Orangutan dengan segera.

Satu minggu paska laporan FORA dan FOKUS atau sama dengan 1 bulan kurang 2 hari setelah laporan YEL, tepatnya pada hari rabu (24/04/2013) barulah si jack disita dari taman rusa dan selanjutnya dibawa ke pusat karantina orangutan di Batu Mbelin, Sibolangit, Sumatera Utara> Tempat ini merupakan pusat perawatan dan pemeriksaan medis bagi orangutan yang sebelumnya dijadikan hewan peliharaan secara ilegal. Sebelum dipindahkan ke sibolangit, jack juga mendapatkan perawatan serta pemeriksaan medis di FKH Unsyiah.

Penurunan populasi orangutan di alam disebabkan oleh rusaknya hutan dataran rendah yang selama ini menjadi habitat utama orangutan dan disamping itu juga disebabkan oleh maraknya perburuan satwa untuk diperdagangkan. Morfologi orangutan yang mirip sekali dengan manusia dan terlihat lucu ketika masih kecil, membuat orangutan menjadi salah satu primata favorit yang diperdagangkan dan dipelihara secara ilegal.(K07)

Home Range Sumatran Orangutan. http://maps.iucnredlist.org/map.html?id=39780

Home Range Sumatran Orangutan.
http://maps.iucnredlist.org/map.html?id=39780

 

 

Categories: LINGKUNGAN, SATWA

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.