Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT

Koetaradja.com | Jokowi diultimatum serikat petani se-Indonesia. Agenda reforma agraria tak jalan, usia pemerintahannya cuma setahun!

Agustiana, Sekjen Serikat Petani Pasundan (SPP)

“Kami kasih waktu Jokowi setahun, jika tidak dijalankan, kami minta turun, dan petani akan mencap dia sebagai tokoh tidak pro rakyat,” tegas Agustiana, Sekjen Serikat Petani Pasundan (SPP) usai Konferensi Nasional Reforma Agraria di Jakarta (23/09).

Menurut Agustiana, sebenarnya tidaklah sulit bagi Pemerintahan Jokowi untuk melakukan agenda reforma agraria.

Mengingat agenda itu sebenarnya sudah ada dalam konstitusi kita. Hanya saja oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya tak disentuh.

“Tuntutan kita ini kan bisa dilakukan, tidak melanggar aturan, dan masih dalam batas-batas kewenangan presiden,” katanya. Baca berita terkait: Tergantung Komitmen, Jokowi Bisa Kasih Amnesti Buat Pejuang Agraria yang Dikriminalisasi.

Persoalan terbesarnya ada dalam diri Jokowi sendiri, mau apa tidak, berniat atau tidak. “Kan Jokowi sendiri yang bilang kalau ada niat ya bisa,” ujarnya meniru ucapan Jokowi. Cara Jokowi Selesaikan Masalah, Paling Utama Bekerja Dengan Hati

Contoh soal pemberian amnesti terhadap pejuang-pejuang agraria yang dikriminalisasi, dipenjarakan. Sangat mungkin direalisasikan Jokowi. “Sangat bisa dilakukan, kan masih dalam bingkai kewenangan dia,” tegasnya.

Jadi realisasikan saja tuntutan itu, daripada petani mendelegitimasi dia. “Seluruh serikat petani yang ada di Jawa, Sulawesi, Kalimantan akan meminta Jokowi turun, 7 juta rakyat petani akan meminta dia turun,” tegasnya lagi.

Lalu soal ketidakhadirannya dalam Konferensi Nasional Reforma Agraria (KNRA), Agustiana menganggap belum menjadi persoalan.

Belum bisa diinterpretasikan bahwa Jokowi tidak pro dengan agenda reforma agraria karena ketidakhadirannya itu. “Mungkin hanya karena kendala teknis saja,” tukas Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria itu.

Sumber : http://suaraagraria.com/

Categories: HUKUM, NUSANTARA

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.