Koetaradja

Suara Rakyat Merdeka

PULIHKAN HAK RAKYAT
TM Zulfikar, ED WALHI Aceh. Foto | Poetra@2012

TM Zulfikar, ED WALHI Aceh.
Foto | Poetra@2012

Koetaradja | Beberapa hari ini kita kembali dikejutkan oleh berbagai berita duka yang dikabarkan oleh beragam media di Aceh, beberapa kabupaten di Aceh kembali dilanda bencana berupa banjir. Kabupaten Bireuen, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya dan Aceh Tengah seperti “berlomba-lomba” dihampiri oleh sumber kehidupan itu, karena air datangnya dalam jumlah besar, anugerah ini menjelma jadi sebuah bencana yang tak pernah diharapkan sebelumnya, ujar TM Zulfikar, ED Walhi Aceh (10/05/2013)

Selain hujan deras sebagai pemicu terjadinya banjir, kerusakan hutan dan lingkungan di wilayah hulu juga menjadi faktor penyebab utama terjadinya banjir di beberapa wilayah tersebut.

Bencana yang terjadi secara beruntun di Aceh dan juga secara umum di Indonesia, justru diakibatkan penggunaan ruang yang tidak mengindahkan kemampuan dan daya dukung lingkungan, sehingga  menyebabkan akumulasi kerusakan yang terjadi terus menerus dan menyebabkan terjadinya bencana.

Lebih lanjut TM Zulfikar menjelaskankan, Keputusan Presiden (Keppres) No. 12 Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai, Provinsi Aceh memiliki 9 (sembilan) Wilayah Sungai Besar yang masing-masing 4 (empat) Wilayah Sungai yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab Pemerintah Pusat, dan 5 (lima) Wilayah Sungai yang menjadi kewenangan dan tanggungjawab Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota.

Kesembilan Wilayah Sungai tersebut adalah ; (1) Wilayah Sungai Aceh – Meureudu, yang memiliki luas 23.550,34 Km2; (2) Wilayah Sungai Jambo Aye seluas 13.884,06 Km2; (3) Wilayah Sungai Woyla – Batee seluas 5.621,00 Km2; (4) Wilayah Sungai Alas – Singkil seluas 10.090,13 Km2; (5) Wilayah Sungai Pase – Peusangan seluas  21.185,00 Km2; (6) Wilayah Sungai Tamiang – Langsa seluas 12.970,90 Km2; (7) Wilayah Sungai Teunom – Lambeso seluas 17.335,26 Km2; (8) Wilayah Sungai Baru – Kluet seluas 10.004,70 Km2 dan (9) Wilayah Sungai Pulau Simeulue, seluas 1.980,00 Km2.

Sembilan wilayah sungai tersebut juga memiliki potensi air dan curah huja rata-rata yang berbeda, untuk Wilayah Sungai (WS) Aceh – Meureudu misalnya, memiliki potensi air rata-rata sebesar 4 liter/detik/km2, dengan curah hujan rata-rata minimal 1500 mm. Lalu untuk sebagian WS Aceh Meureudu, WS Pase- Peusangan, WS Jambo Aye dan WS Tamiang Langsa memiliki potensi air rata-rata sebesar 7 – 8 lt/dt/km2 dengan curah hujan rata-rata  1500 s/d 3000 mm. Sedangkan WS Teunom – Lambeso, WS Woyla – Batee, WS Baru – Kluet dan WS Alas – Singkil memiliki potensi air dan curah hujan yang tinggi. Potensi air rata-rata mencapau 17-18 lt/dt/km2 dengan curah hujan rata-rata mencapai 3000 s/d 4500 mm.

Peta Wilayah Sungai di Aceh. Sumber | Keppres No 12 Tahun 2012. Sumber

Peta Wilayah Sungai di Aceh.
Sumber | Keppres No 12 Tahun 2012.
Sumber

Data Balai Wilayah Sungai Sumatera I disebutkan bahwa ke 9 wilayah sungai tersebut mengalirkan air ke 481 anak sungai lainnya, salah satu yang terbesar Krueng Pase-Peusangan yang membelah tiga kabupaten, yaitu Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tengah.  Induk sungai Peusangan itu memiliki 107 anak sungai yang tersebar di wilayah pesisir timur Provinsi Aceh. Ujar TM Zulfikar.

Saat ini hampir seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh telah mengalami kerusakan yang sangat parah yang diakibatkan oleh banyak faktor. Diantaranya masih maraknya berbagai aksi perambahan hutan dan penebangan kayu secara ilegal. Konversi lahan baik untuk kepentingan perkebunan skala besar maupun pertambangan, baik tambang skala kecil seperti galian C maupun pertambangan besar yang sangat ekstraktif. Maraknya berbagai aksi perambahan hutan, dan penebangan kayu di luar prosedur, serta berbagai dampak akibat kebijakan pembangunan yang tidak ramah lingkungan telah  berdampak pada menurunnya daya dukung lingkungan hidup di Provinsi Aceh. Akankah kita mewariskan bencana untuk anak cucu kita, Keputusannya ada pada diri kita masing-masing. Ayo bersikap. (K01)

Categories: LINGKUNGAN, TATA RUANG

Leave a Reply


Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.